Segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan dan meminta ampun kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan rasul-Nya. Amma ba’du 
 
Setiap kita pasti merindukan tanah suci, Di tanah suci tersebut ada dua aktivitas ibadah yang mulia yaitu umrah dan haji. Untuk umrah sendiri bisa dilakukan setiap saat. Sedangkan haji hanya khusus di bulan haji, bulan Dzulhijjah. 
 
Umrah sendiri memiliki beberapa keutamaan. 
 
1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji. 

‘Aisyah berkata, 

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ». 

Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani). 
 
2. Menghapus dosa di antara dua umrah. 

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ 

Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349) 
 
3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa. 

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ 

Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih
 
4. Doa jamaah Umroh Dikabulkan 

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: 

اَلْغَازِي فِيْ سَبِيْلِ اللهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ، وَفْدُ اللهِ، دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ. وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ. 

“Orang yang berperang di jalan Allah dan orang yang menunaikan haji dan umrah, adalah delegasi Allah. (ketika) Allah menyeru mereka, maka mereka memenuhi panggilan-Nya. Dan (ketika) mereka meminta kepada-Nya, maka Allah mengabulkan (permintaan Mereka). Sunan Ibni Majah (II/966, no. 2893).
 
 Referensi: https://almanhaj.or.id/1538-keutamaan-haji-dan-umrah.html 
 
 
5. Meninggal Saat Umroh Pahala Dicatat Sampai Kiamat 

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 


مَنْ خَرَجَ حَاجاً فَمَاتَ كَتَبَ لَهُ أَجْرَ الحَاج إِلَى يَومِ القِيَامَة وَمَنْ خَرَجَ مُعْتَمِراً فَمَاتَ كَتَبَ لَهُ أَجْر الْمُعتَمِر إِلَى يَومِ القِيَامَة وَمَن خَرَجَ غَازِيًا فَمَاتَ كَتَبَ لَهُ أَجْر الغاَزِي إِلىَ يَوْمِ القِيَامَةِ 


Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, maka dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, maka ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barangsiapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat.” HR Abu Ya’la dan dishahihkan Albani dalam Shahih At Targhib 1114